Selasa, 19 November 2013

Surat Yasin

Surat Yasin (latin) & terjemahannya

Bissmillahhirrohmannirrohim

1. Yaa Siin Yaa siin

2. Wal Qur’anil hakiim Demi Al Qur’an yang penuh hikmah,

3. Innaka laminal mursaliin Sesungguhnya kamu salah seorang dari Rasul-rasul,

4. ‘Alaa shirathim mustaqiim (yang berada) di atas jalan yang lurus,

5. Tanziilal ‘aziizir rahiim (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Penyayang,

6. Li tunzira qauman ma undzira aabaauhum fahum ghaafiluun agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

7. Laqad haqqal qaulu ‘alaa aktsarihim fahum laa yu’minuun Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.

8. Inna Ja’alna fii a’naqihim aghlaalan fahiya ilal adzqani fahum muqmahuun Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tengadah.

9. Wa-ja ‘alna min baini aidiihim saddan wa min khalfihim saddan fa aghsyainaahum fahum la yubshirrun Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

10. Wa sawaa-un ‘alaihim a-andzartahum amlam tunzirhum laa yu’minuun Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

11. Innama tunziru manittaba-adz dzikra wa khasyiyar-rahmana bil-ghaibi fabasy-syirhu bi magfiratin wa ajrin kariim Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

12. Innaa nahnu nuhyil-mautaa wanaktubu maa qaddamuu wa aatsaarahum, wa kulla syai-in ahsainaahu fii imaamim mubin Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).

13. Wadlrib lahum matsalan ash-haabal-qaryati idz jaa-ahal-mursaluun Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka;

14. Idz arsalnaa ilaihimuts naini fakadz dzabuuhumaa fa‘azzaznaa bi tsaalitsin faqaaluu innaa ilaikum mursaluun (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata:” Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang-xx diutus kepadamu “.

15. Qaaluu ma antum illaa basyarum mits-lunaa wa maa anzalarrahmaanu min syai-in in antum illaa takdzibuun Mereka menjawab:” Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka “.

16. Qaalu rabbunaa ya’lamu inna ilaikum la mursaluun Mereka berkata:” Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu.

17. Wa maa ‘alaina illal balaqhul-mubiin Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas “.

18. Qaalu innaa tathayyarnaa bikum lail lam tantahuu lanarjuman-nakum walayamas-sannakum minnaa ‘adzaabun aliim Mereka menjawab:” Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami “.

19. Qaaluu thaa’irukum ma’akum, a-in dzukkirtum, bal antum qaumum musrifuun Utusan-utusan itu berkata:” Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas “.

20. Wa jaa-a min aqshal-madiinati rajuluy yas-’aa qaala yaa qaumit tabi’ul mursaliin Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata:” Wahai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu,

21. Ittabi’uu man laa yas-alukum ajran wa hum muhtaduun ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

22. Wa maa liya laa a’budul-ladzi fatharanii wa ilaihi turja’uun Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakan dan yang hanya kepada-Nya kamu (semua) akan dikembalikan?

23. A-attakhidzu minduunihii aalihatan in yuridnirrahmaanu bidlurril laa tughnii ‘annii syafaa ‘atuhum syai-aw wa laa yunqidzun Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

24. Innii idzal lafii dlalaalim mubiin Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

25. Innii aamantu birabbikum fasma’uun Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.

26. Qiilad-khulil jannata qaala yaa laita qaumii ya’lamuun Dikatakan (kepadanya): “Masuklah ke surga”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,

27. Bimaa ghafaralii rabbii wa ja-’alnii minal mukramiin apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”.

28. Wa maa andzalnaa ‘alaa qaumihii min ba’dihii min jundim minas sama-i wa maa kunnaa munziliin Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

29. In kaanat illaa shaihataw wahidatan faidzaa hum khaamiduun Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

30. Yaa hasratan ‘alal-ibaadi ma ya’tiihim mir rasuulin illa kaanuu bihii yastahziuun Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

31. Alam yarau kam ahlaknaa qablahum minalquruuni annahum ilaihim la yarji’uun Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

32. Wa in kullul lamma jamii’ul ladainaa mukhdlaruun Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

33. Wa aayatul lahumul-ardlul-maitatu, ahyainaahaa wa akhrajnaa habban faminhu ya’kuluun Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

34. Waja-’alna fiiha jan-naatim min nakhiilin wa a’naabin wa fajjarnaa fiihaa minal-’uyuun Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,

35. Liya ’kuluu min tsamarihii wa maa ‘amilathu aidiihim afala yasykuruun supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

36. Subhaanalladzii khalaqal-azwaaja kullahaa mimmaa tunbitul-ardlu wa min anfusihim wa mimmaa la ya’-lamuun Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

37. Wa aayatul lahumul lailu naslakhu minhun nahaara faidzaahum mudhlimuun Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,

38. Wasy-sayamsu tajrii limustaqarril lahaa dzaalika taqdiirul-aziizil ‘alim dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

39. Walqamara qaddarnaahu manaazila hatta ‘aada kal’urjunil qadiim Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.

40. Lasy-syamsu yanbaghi lahaa an tudrikal qamara wa lallailu saabiqun-nahaari wa kullun fii falakin yasbahuun Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

41. Wa aayatul lahum annaa hamalnaa dzurriy-yatahum filfulkil masyhuun Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,

42. Wa khalaqnaa lahum mim mitslihii maa yarkabuun dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti seperti bahtera itu.

43. Wa in nasya’ nugriqhum falaa shariikhalahum wa laa hum yunqadzuun Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

44. Illa rahmatam minna wa mataa’an ilaihiin Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.

45. Wa idzaa qiilla lahumuttaqu maa baina aidiikum wa maa khalfakum la’alakum turhamuun Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling).

46. Wa maa ta’tiihim min ayatim min aayaati rabbihim illaa kaanuu ‘anhaa mu’ridliin Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.

47. Wa idza qiila lahum anfiquu mimmaa razaqakumullaahu, qaalal-ladziina kafaruu lilladzina aamanuu, anuth’imu mal lau yasyaa-ullahu ath’amahuu, in an tum illaa fii dlalaalim mubiin Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu”, maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata”.

48. Wa yaquluuna mataa hadzal wa’du in kuntum shadiqiin Dan mereka berkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?”

49. Maa yandhuruuna illaa shaihataw waahidatan ta’khuzuhum wahum yakhish-shimuun Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

50. Falaa yastathi-’uuna taushiyatan wa laa ilaa ahlihim yarji’uun Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.

51. Wa nufikha fish-shuuri fa idzaa hum minal ajdaatsi ilaa rabbihim yansiluun Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.

52. Qaaluu yaa wailanaa man ba’atsanaa min marqadinaa haadza maa wa-’adar-rahmaanu wa shadaqal-mursaluun Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami? Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).

53. In kaanat illaa saihataw waahidatan fa idzaahum jamii’ul ladaina muhdlaruun Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.

54. Falyauma laa tuzhlamu nafsun syai-aw wa laa tujzauna illaa maa kuntum ta’maluun Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

55. Inna ash-haabal jannatil yauma fii syughulin faakihuun Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).

56. Hum wa azwajuhum fii dhilaalin ‘alal araaiki muttakiuun Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.

57. Lahum fiihaa faakihatuw wa lahum maa yadda’uun Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.

58. Salaamun qaulam mir rabbir rahiim (Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

59. Wamtaazul yauma ayyuhal mujrimuun Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.

60. Alam a’had ilaikum yaa banii aadama anlaa ta’budusysyaithaana innahuu lakum ‘aduwwum mubiin Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaithan? Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,

61. Wa ani’buudunii, haadzaa shiraathum mustaqiim dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.

62. Wa laqad adlalla minkum jibilan katsiran afalam takuunuu ta’qiluun Sesungguhnya syaithan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?

63. Hadzihii jahannamul lati kuntum tuu’aduun Inilah Jahannam yang dahulu kamu di ancam (dengannya).

64. Islauhal yauma bimaa kuntum takfuruun Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

65. Alyauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim wa tukallimunaa aidiihim wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

66. Walau nasyaa-u lathamasnaa ‘alaa a’yunihim fastabaqush-shirata fa-annaa yubshiruun Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).

67. Walau nasyaa-u lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim famastathaa’uu muddliyyaw walaa yarji’uun Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami robah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.

68. Wa man nu’ammirhu nunakkishu filkhalqi afala ya’qiluun Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

69. Wa maa ‘allamnahusy-syi’ra wa maa yanbaghi lahu in huwa illa dzikruw wa Qu’aanum mubiin Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan,

70. Liyunzira man kaana hayyan wa yahiqqal qaulu ‘alal kaafiriin supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.

71. Awalam yarau annaa khalaqnaa lahum mimmaa ‘amilat aidiinaa an’aaman fahum lahaa maalikuun Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?

72. Wadzallalnaaha lahum faminhaa rakuubuhum wa minha ya’kuluun Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.

73. Walahum fiiha manaafi’u wa masyaribu afala yasykuruun Dan mereka memperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

74. Wattakhadzu min duunillahi aalihatan la’allahum yunsaruun Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.

75. Laa yastathi’uuna nashrahum wahum lahum jundum muhdlaruun Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.

76. Falaa yahzunka qauluhum inna na’lamu maa yusirruuna wa maa yu’linuun Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

77. Awalam yaral-insaanu annaa khalaqnaahu min nuthfatin fa idza huwa khasiimum mubiin Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!

78. Wa dlaraba lanaa matsalaw wanasiya khalqahu qaala man yuhyil ‘idhaama wahiya ramiim Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?”

79. Qul yuhyiihal ladzi ansya-ahaa awwala marratin wa huwa bikulli khalqin ‘aliim Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,

80. Allazi ja’ala lakum minasy syajaril-akhdlari naaran fa idza antum minhu tuuqiduun yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”

81. Awalaisal ladzii khalaqas samaawaati wal-ardla biqaadirin ‘alaa ayyakhluqa. mitslahum balaa wahuwal khallaqul ‘alim Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

82. Innamaa amruhuu idza araada syai-an anyayaquula lahuu kun fa yakun Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.

83. Fasubhanal ladzi bi yadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

Senin, 18 November 2013

JEPANG

Jepang salah satu negara maju di Benua Asia

Menurut data (lihat artikel Negara Maju), di Benua Asia hanya terdapat dua negara maju. Salah satunya adalah Jepang. Pada akhir Perang Dunia II tepatnya tahun 1945, sebagian besar wilayah Jepang hancur. Perekonomian Jepang menjadi lemah. Namun, dalam waktu yang tidak lama, Jepang telah membangun kembali negaranya sehingga tumbuh menjadi salah satu negara maju yang disegani.

Berikut seluk-beluk negara Jepang.

1) Perekonomian Jepang

Perekonomian Jepang ditunjang oleh penduduk yang memiliki semangat (etos) kerja tinggi, berpendidikan, dan penguasaan teknologi. Pada tahun 2007 pendapatan nasional per kapita Jepang mencapai US$ 33,800 per tahun. Sektor-sektor pendukung perekonomian Jepang sebagai berikut.

a) Industri


Gambar 1.2. Industri di Jepang telah menggunakan mesin-mesin canggih (Sumber: www.id.emb-japan.go.jp)

Industri manufaktur adalah salah satu kekuatan Jepang, tetapi negara ini miskin sumber daya alam. Pola umum yang dijalankannya dengan cara perusahaan-perusahaan Jepang mengimpor bahan-bahan mentah kemudian mengolah dan membuatnya sebagai barang jadi, yang dijual di dalam negeri dan diekspor. Industri di Jepang pada mulanya dirintis dari industri kerajinan tangan, berkembang ke industri ringan, dan akhirnya menjadi industri berat. Hasil industri Jepang antara lain baja, logam, instalasi listrik, peralatan konstruksi serta pertambangan, otomotif, alat-alat komunikasi, bahan kimia, dan kapal. Perkembangan industri di Jepang didukung oleh ketersediaan energi listrik, tersedianya buruh yang terampil dan bersemangat kerja tinggi, serta sarana transportasi yang maju.

b) Pertanian


Gambar 1.3. Pertanian di Jepang didukung teknologi tinggi (sumber: www.japannippon.com)

Meskipun Jepang merupakan negara industri, bidang pertanian dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan merupakan usaha yang sangat penting di Jepang. Padi merupakan tanaman pokok yang diusahakan. Kenyataannya, tingkat swa sembada pangan Jepang adalah salah satu yang terendah di antara semua negara industri. Ini berarti Jepang harus mengimpor pangan yang dibutuhkan dari luar negeri dalam persentase tinggi.

Jenis pertanian lain yang dikembangkan adalah budi daya ulat sutra dan perkebunan teh hijau. Meskipun tidak seluas Indonesia, budi daya hutan juga dikembangkan di Jepang. Pembudidayaan hutan ini dilakukan dengan sangat hati-hati. Jepang memanfaatkan hutan sebagai sumber daya alam dengan tetap menjaga kelestariannya. Orang-orang Jepang sangat menghargai alam sebagai bagian dari kepercayaan mereka. Salah satu hasil budi daya tersebut adalah bubur kertas.

Usaha perikanan di Jepang pun sangat maju. Kondisi geografi yang strategis sangat mendukung kegiatan perikanan di Jepang. Di perairan sebelah timur Jepang dapat dijumpai ikan-ikan dalam jumlah besar. Ikan-ikan memakan makanan berupa plankton-plankton yang terdapat di tempat tersebut. Konsentrasi plankton yang tinggi disebabkan arus dingin (Oyashio) yang membawanya bertemu dengan arus panas (Kuroshio) yang mengalir dari utara Kepulauan Filipina. Perikanan di Jepang didukung oleh industri perkapalan dan pengolahan ikan yang maju.

c) Pertambangan


Jepang memiliki berbagai jenis mineral meskipun dalam jumlah yang sedikit. Jumlah ini tidak mampu mencukupi kebutuhan di dalam negeri. Oleh karena itu, Jepang mengimpor bahan tambang seperti minyak dan gas bumi dari luar negeri. Sementara itu, mineral utama yang dihasilkan Jepang berupa batu bara, besi, mangan, seng, tembaga, timbal, dan emas.

d) Perdagangan


Sebagai sebuah negara industri, kegiatan perdagangan di Jepang sangat ramai. Kegiatan ini didukung oleh fasilitas transportasi baik darat, laut, dan udara. Hasil industri Jepang banyak diekspor ke negara-negara lain. Oleh karena itu, perdagangan Jepang sangat dipengaruhi oleh permintaan luar negeri.

2) Penduduk Jepang


Jumlah penduduk di Jepang pada tahun 2007 mencapai 127.433.494 jiwa dengan tingkat pertumbuhan –0,088% per tahun. Angka ini menunjukkan tingkat pertumbuhan penduduk negatif. Salah satu penyebabnya adalah sebagian besar orang Jepang menunda usia pernikahannya. Biasanya, anggota keluarga hanya terdiri atas satu atau dua anak. Suku bangsa di Jepang terdiri atas suku Jepang (99,4%) dan Korea (0,6%).

3) Teknologi